Senin, 19 Maret 2012

separation anxiety

separation anxiety atau kecemasan berpisah anak dengan orangtua biasanya mulai terjadi diusia 6 bulan bayi, dan klimaksnya diusia 1 tahun bayi.

Tapi untuk Lintang separation anxiety ini sudah terjadi di umurnya yang blom genap 3 bulan, hahaha hebatttt anakku sayang :), berganti2 pengasuh, bahkan pernah tuh gara2 ditinggal kerja (ya pdhl 2 jam sekali pulang) Lintang histeris sampai tetangga pada datang, ga satupun yang bisa menenangkannya sampai tangan mamanya yang menggendong dan menimang.


Ya, Mama paling tau apa yang kamu rasakan sayang

walo usiamu dulu masih 3 bulan

cemas, takut, khawatir, merasa ga aman dll

bahkan diusia yang menginjak 2 tahun 5 bulan ini, tak pernah 1 haripun kita berpisah

dan karna alasan inilah berkali2 Mama menolak ikut acara pengajian, acara pertemuanbisnis Oriflame mama, bahkan reward ke Balipun akhirnya Mama tolak :D

Kata Ayah, mengalah aja dulu sampai lintang bener2 bisa mengerti hehehe...yes I will

Baiklah...Mama akan menunggu sampai kamu siap :)

tidak ada paksaan, tidak akan ada kebohongan

dan Mama rela menemani 24jam waktumu

Indah pada waktunya, pasti nanti Lintang juga tambah gede tambah kooperatif, dan selalu ada hikmah dibalik semua ini.

Setelah besar, jangan lupa nak, kalo kita pernah amat amat amat dekat.

sedekat jari tengah dan telunjuk hehehehe...


LUV u Always

Senin, 13 Juni 2011

Perkembangan 20 Bulan


Penampakan Lintang usia 20 Bulan, uhhhh....20 bulan masa2 paling lucu kali ya, tp juga paling menguras emosi dan stok sabar Mama.
Jadi ya di usia 20 bulan ini, sdh tau banget maunya apa, diajak ke mall pengen mainan, ga dikasin nangis kejer, trus stroller sdh ga pernah kepake, maunya jalan sendiri lari kesana kemari, dan digandengpun ade sdh ga mau fiuhhh :(
Mei kemaren sempat pulang nengok Nenek kakek yg ada dibanjar, ga ngerti sebabnya kenapa, sejak dibanjar itu makannya jadi malessss...banget, yg biasanya 15 menit dah kelar ini bisa sampai 2 jam, hmm....gmn Mama nggk emosi, 2 jam boo...cuman ngurus makan doang, blom mandi, blom beberes rumah, blom yg lainnya, dan mogok makan ini kebawa sampai kita balik lagi ke rumah di samarinda.
Hm....mugkin lg masa transisi bubur ke nasi yg bikin dia bingung ini makanan mesti dilepeh, ditelan apa diemut aja, atau tenggorokan lg sakit jd hilang nafsu makan, atau mau tumbuh gigi geraham bungsu, I dont know...3 minggu yang lumayan bikin stress :) hihihi...
Di umur 20 bulan ini juga Lintang lagi hobi ngoceh, ngoceh yg lumayan jelas, kaya nyanyi Nina Bobo yg dinyanyikan "Mina Bobo", atau nyambung lagu meletus balon hijau "dooooooooooyyyyy" hahaha..ya walopun untuk interaksi 2 arah masih blom terlihat bagus, tp alhamdulillah cepat ngikut apa yg kita ucapin, atau apa yg ada di iklan.

Ya..anakku, ga perlu Mama bandingkan sama yang lain, walopun kadang suka heran ngeliat anak lain yg seumuran dah cas cis cus, karna Mama tau apa yg Lintang lakukan sekarang itulah kemampuan Lintang yg ga dibikin2, dan itu sdh sangat bikin bangga Mama banget, apalagi Lintang lumayan kuat, jarang sakit, bener2 anugrah ya dek :) luv u

Minggu, 06 Februari 2011

Boneka Kesayangan : LION

Lintang punya 2 boneka Lion, satu bentuk beneran boneka dengan perut buncit, satunya dalam bentuk guling berkepala Lion, ga tau ya sejak kapan ni anak tergila gila ama lion, mau bobo hal utama yg dicari adalah lion, eh bukan buat dipeluk sih, tp buntut si lionlah yang bikin dia tergila2, hahaha...tu buntut dengan bulu seumprit (tadinya tebel dan banyak) bakal digosok2in ke kuping, mata, wajah, tangan dan pipi, ahhh...kebayang ga sih mama harus nenenin Lintang dengan LION ditengah2 kami, ga boleh direbut karna Lintang bakal nangis kejer.

Lion (bacanya pake ejaan indonesia) selalu dibilang nyenyaa ama lintang, jd kalo nyari lion pasti dia ngoceh "nyeenyaa nyeenya ....." maksudnya mana nih Lion lintang, gt kali ya hihihi...

Pertama kali dibeliin ayah saat lintang umur 6 bulanan, oleh2 dari ayah, bobo selalu ditemenin lion, pernah kejadian waktu mama tinggal mandi, mama nitip lintang ke ayah, selama mandi sampai selesai Lintang antenggg aja, biasanya pasti dah konser nyariin mama, hmm..pasti ada yg ga beres nih, keluar kamar mandi mama liat ayah asik dengan leptopnya, dan lintang duduk membelakangi ayah
mama: kok anteng
ayah : iya pinter
mama :tengok ke lintang "astagaaaa....ya anteng lah buntut lion yg penuh bulu2 itu sudah masuk dengan suksesnya kemulut lintang"

Ya, itu buntut basah kuyup karna iler, mama ngomel ama ayah karna ga perhatiin lintang, nah sejak itu kali ya kalo mau bobo paling suka megangin buntut lion, ya alhasil tu boneka baunya minyta ampun hahaha...

Sekarang lintang punya 2, jadi kalo 1 dicuci dia masih punya 1 lagi buat temen tidur, diajak ke toko bonekapun yg diplilih Lion lagi lion lagi hahaha...

Rabu, 26 Januari 2011

Mainan Beras

Menjelang akhir bulan seperti biasa mama pasti bakal sibuk alang kepalang ngurus bisnis online mama, ya akhir bulan itu masa penentuan level bonus, hihihi...emak matre satu ini pasti sibuk berjibaku sama leptop, inet, token, AR dan Hp...
Chatting sana sini, ngebalas sms, nelponin downline/upline, ngecek lagi AR, transfer, browsing fiuhhh....sibuuukkkk ngalah2in orang kerja kantoran bow....ups..tp ini khusus akhir bulan aja ya, dan lagian sibuknya mama cuman di kamar sambil nemenin lintang :)

Nah...berhubung td pagi pas lagi sibuk2nya, kenapa juga si dd nggak bobo2, akhirnya biar mama tenang kordinasi ama temen2, Lintang mama setelin DVD lagu anak2, maksudnya biar anteng, ya lumayankan lintang senang mama tenang hahaha...

Ealah....ga ada suara mama kira Lintang asik joget didepan TV ternyataaaaaa.....ya, pasti ada sesuatu yg ga rebes, dan bener aja pas cek ke dapur beras mama sudah berhamburan dimana-mana, oh noooooo....terpaksa urusan mama dihentikan, segera ngeberesin dapur yang berantakan, trus mulai kembali ke laptop.

Lagi-lagi lintang ga ada suara, kembali mama ngecek apa yang terjadi, dan Oh My GOD....tu beras kembali kocar kacir dilantai hikssss :(
kayaknya mama yang salah deh, bulan Lintang, emang nih kalo mau ngurus yang agak serius dd harus segera ditidurkan dulu.

Senin, 24 Januari 2011

Temper Tantrum


Sudah 2 hari ini Lintang mengalami temper tantrum (mengungkapkan amarah yang luar biasa untuk ukuran balita ), kejadian yang bener2 menguras energinya dan menguras kesabaran mama, apalagi di umur 16 bulan ini dia sudah mulai memiliki ego, keninginan untuk "memiliki" apa yang dia liat, dan parahnya lagi kadang kondisi tantrum ga lihat2 kondisi dan situasi, mau dimall, dirumah, dirumah tetangga, fiuhh.....ini sangat2 cobaan untuk kesabaran setiap orang tua.
Seperti kemaren sore, seperti biasa mama ngajak lintang keliling komplek biar ga bosan ngetem terus dirumah, awalnya lintang kelihatan enjoy, ketemu banyak tetangga yang emang tiap sore suka ngumpul, plus anak2 mereka, sampai lintang ngerasa interest sama sepeda kecil punya anak tetangga, awalnya sepeda kecil itu dimainin, trus didudukin sampai menjelang magrib, saat mama ingin ngajak lintang pulang, itulah dia mulai teriak kencang, menangis meraung, melengkungkan badan, memukul kepalanya, memukul mama.....
semakin diajak bicara semakin keras tangisannya
didiamkan tambah menjadi2
ditinggal takut dia melakukan hal2 yang menyakiti diri sendiri semisal memukul kepala, membenturkan kepala

gimana dengan mama?
yang pasti mama malu sama tetangga, malu tidak bisa mendiamkan anak, malu dengan tantrumnya lintang, merasa dilevel terbawah peran seorang bunda, hanyar bisa diam, tarik nafas panjang, mencoba sabar, tidak berkata sidikitpun, dan yang paling ampuh memeluk lintang tanpa suara, biarkan dia merasa kalo sebenarnya mama sayang sama Lintang, ya secara umur 16 bulan kalo kita ajak ngomng pun masih blom ngerti apa-apa, apakah tangisannya reda? belum, hanya semakin pelan suara tangisannya, dan ini berlung lama, hampir 2 jam.

Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang, semoga mama bisa terus menjaga amarah dan sabar dalam menghadapi kondisi seperti ini.

berikut artikel yg dicopas dr ayahbunda, semoga orang tua yang diuji dengan temper tantrum anaknya mampu menahan diri dari rasa marah, bisa sersikap sabar, karna melalui pengalaman inilah kita dicoba untuk menjadi orang tua yang lebih bijaksana dalam bersikap, semoga Allah menganugrahkan kita anak yang sehat, soleh, dan cerdas, amien...
----------------------------------------------------------------------------------------

Tetap tenang dan kenali penyebab balita tantrum. Dalam buku Children Are People Too, Dr. Sharon Fried Buchalter mengatakan ada 2 jenis tantrum, yaitu tantrum aktif (protes dan sosial) dan tantrum pasif (merengek dan tidak kooperatif). Setiap tantrum butuh penanganan yang berbeda.

*Tantrum Protes.
Tatrum karena marah tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Biasanya balita menangis, menhjerik, menendang-nendang bahkan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya.
Lakukan:
  • Beri dia ruang kesempatan untuk meluapkan emosinya, tapi jangan jauh-jauh dan tetap awasi dia.
  • Hindari mengekang balita saat tantrum. Berikan pelukan asal dilakukan dengan lembut sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan.
  • Bertindak bila balita mulai melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya. Bila dia berguling-guling di lantai, singkirkan benda-benda berbahaya. Hentikan bila mulai melukai dirinya, seperti memukul-mukulkan kepalanya ke tembok.
  • Anda harus konsisten. Jangan mengabulkan keinginanya supaya dia berhenti tantrum. Balita pasti marah, tapi Anda bis aberbaikan setelah dia sudah tidak tantrum.
*Tantrum Sosial. Tantrum karena balita marah dengan temannya. Biasanya balita bertindak agresif, bullying dan tidak bersahabat saat main bersama temannya.
Lakukan:
  • Ucapkan kata-kata yang bisa mengekpresikan perasaanya. Misalnya, “Sita marah yak arena Arna tidak membolehkan Sita main boneka itu?” Perkataan Anda juga menunjukkan kalau Anda berempati padanya.
  • Hindari mendisiplinkan balita secara fisik, seperti mencubitnya. Adan hanya menyampaikan pesan negative. Anda kehilangan kontrol, menggunakan kekerasan fisik di perbolehkan dan perasaan harus dipendam bukannya disalurkan.
  • Ajak ngobrol balita, setelah tantrumnya selesai. Setelah tenang bahas perbuatannya tadi tidak dapat diterima, namun tetap tunjukkan kalau Anda menyayangi dia.

*Tantrum Merengek. Tantrum karena tidak puas terhadap sesuatu hal. Biasanya balita merengek, ngambek atau terus menerus bertanya dengan cara mengganggu, “Ayo bunda kita pulang, ayo..ayo!” sambil menarik-narik Anda.
Lakukan:
  • Saat balita merengek, jelaskan Anda akan berbicara padanya ketika dia sudah tenang. Bukannya ANda cuek tapi menunjukkan padanya perbuatannya itu tidak baik. Namun, hindari menasihati ketika dia tantrum, dia tidak akan mendengarkan Anda.
  • Kenali keinginan dan kebutuhan balita bila bepergian. Dia mungkin tantrum karena capek, atau kelaparan. Jadwalkan kegiatan sebelum pergi mengacu pada kemampuan dan kebutuhan balita.
  • Beri perhatian pada balita. Saat jalan-jalan jangan asyik sendiri, ajak balita ngobrol, tanyakan pendapatnya.

*Tantrum Tidak Kooperatif. Tantrum karena tidak suka saat diminta melakukan sesuatu. Biasanya balita tidak kooperatif karena tidak senang mealkukan apa yang Anda minta.
Lakukan:
  • Jangan memarahi balita saat tantrum. Kalau perlu menjauh sebentar, tarik napas dalam-dalam untuk menengakan diri sebelum menghadapi balita.
  • Beri balita pilihan. Misalnya saat menyuruh gosok gigi, tanyakan apakah dia mau menggunakan sikat gigi gambar dinosaurus atau gambar Elmo. Beri balita kesempatan merasa punya kendali.
  • Turunkan pengharapan Anda. Jangan harap balita selalu mau melakukan apa yang Anda minta. Perhatikan juga keinginanya.
artikel lain yang juga bagus
http://www.edumuslim.org/index.php?option=article&article_rf=202

Selasa, 18 Januari 2011

Bobo di Lantai


Lagi seneng ngoceh yap pap pap, yap pap pap, ayahhhhh....jajah.....hehehehe....

Trus nggk tau kenapa beberapa hari ini senengggg banget tiduran dilantai, diubin cari yang dingin-dingin, ga sampai bobo sih tapi ngesot kaya org berenang di ubin, huhhhh....takutnya masuk angin, tp tiap diangkat pasti balik lagi ke lantai, cape deeee...

Perkembangan minggu ini ga terlalu signifikan, justru habis di imunisasi kemaren rewelnya awet sampe sekarang, dah tau kali ya kalo dia nangis pasti mama/ayahnya bakal datang ngegendong dia, masa sih ya anak 15 bulan dan ngerti cara minta dimanja?

Trus yang lebih parah, kalo subuh mama pengen bikin bubur didapur sekarang ga dibolehin Lintang keluar kamar, dia ngerti kalo mama nggak ada disamping, pasti nangis jejeritan, padahal beberapa hari yang lalu kalo mama kasih tau "ade mama mau bikin bubur, sama ayah dulu ya" lumayan ngerti, disamping ayah dia bobo lagi, jadi ya mau nggak mau Lintang juga ikutan bangun subuh, gelarin kasur didepan TV, dia nonton mama bikin bubur :))


Minggu, 16 Januari 2011

Imunisasi MMR


Telat beberapa hari, seharusnya sih MMR dimulai saat anak berusia 15 bulan, tapi karna kesibukan yang ga ada habis2nya Lintang baru di imun 2 minggu kemudian.
MMR sebenarnya bukan vaksin wajib, namun dilihat dari fungsinya ternyata bagus banget buat kedepannya, walopun beberapa ada yang menyatakan kontra terhadap vaksin ini, mereka beranggapan MMR pembawa autis, penyebab autis dll...:(Rata Penuh

seputar MMR (Mumps, Measles, Rubella)

Imunisasi MMR adalah imunisasi kombinasi untuk mencegah penyakit Campak, Campak Jerman dan Penyakit Gondong. Pemberian vaksin MMR biasanya diberikan pada usia anak 16 bulan. Vaksin ini adalah gabungan vaksin hidup yang dilemahkan. Semula vaksin ini ditemukan secara terpisah, tetapi dalam beberapa tahun kemudian digabung menjadi vaksin kombinasi. Kombinasi tersebut terdiri dari virus hidup Campak galur Edmonton atau Schwarz yang telah dilemahkan, Componen Antigen Rubella dari virus hidup Wistar RA 27/3 yang dilemahkan dan Antigen gondongen dari virus hidup galur Jerry Lynn atau Urabe AM-9.

Beberapa dokter menyarankan pemberian imunisasi MMr menunggu sampai anak pintar bicara, ya melihat pro kontra tetntang autism, dokter juga ternyata takut disalahkan, namun berhubung dokter anak langganannya Lintang menjelaskan panjang lebar bahwa hubungan antara MMR dan autism itu salah, akhirnya demi mendapatkan perlindungan terhadap virus2 yang beterbangan diudara, kami memutuskan untuk memberikan vaksin MMR ke Lintang.
Harga yg diberikan dokter 175rb, dan jarum ditusuk pada lengan kiri, dan alhamdulillah tidak menyebabkan panas, cuman agak rewel mungkin pengaruh sakit pada pangkal lengannya.

Info penting lainnya yang didapat dr dokter, bahwa MMR itu bagus untuk anak wanita karna melindungi tubuh dari virus Rubella, hubungannya sih jangka panjang, saat anak kita sudah dewasa dan memiliki anak, insyaAllah anak + turunan dibawahnya bebas dari virus Rubella.

Ya semoga saja ikhtiar mama+ayah memberikan vaksin MMR untuk menjaga kesehatan dan melindungi Lintang dari virus2 berbahaya dikabulkan Allah, kontra mengenai efek MMR penyebab autis lama2 hilang, sayang banget kan kalo fungsi vaksin yang luar biasa tidak diberikan kebuah hati tersayang gara2 gosip yang belum tentu kebenarannya.

Tumbuh terus jadi anak soleh cerdas dan berguna ya nak
we love U

Rabu, 12 Januari 2011

Jangan Membentak Anak

Coba lihat matanya, tatapannya, tawanya, tingkahnya:)) siapa yang tega menyakiti anak selucu ini? makhluk kecilku sayang....maafkan mama+ayah jika pernah tak sengaja membentakmu, kadang kami yang terlalu kekanakan, menganggapmu dewasa dan mengerti apa yang kami inginkan :(, karna sesungguhnya kamilah anak-anak yang terperangkap ditubuh orang dewasa, semoga kedepannya hari demi hari dengan tingkahmu bisa menjadikan kami manusia yang lebih sabar.

Copas artikel "Jika anak suka dibentak"

“Bid…ayo mandi! Disuruh mandi saja kok malas amat!” bentak ibu Abid (7) seraya menyeret paksa anaknya yang sedang asyik bermain.
“Fatma…jangan dekati kompor itu! Bahaya, tahu!” Bentak ayah Fatma yang memergoki putrinya (2) sedang mengutak-atik kompor minyak. Ketika bocah kecil itu menangis mendengar bentakan ayahnya, sang ayah malah kembali membentak, “Heh…diam!” Si kecil pun semakin ketakutan.
Membentak anak, sepertinya sudah menjadi kebiasaan sebagian orang tua. Saat melihat anak melakukan kesalahan, atau ketidakpatuhan, orang tua memang sering dibuat jengkel. Secara refleks, karena emosi, orang tua sering bermaksud ‘menasihati’, tapi diucapkan dengan nada tinggi. Kebiasaan ini juga lebih sering dilakukan oleh orang tua yang temperamental.
Pertanyaannya, efektifkah menasihati anak dengan bentakan? Tentu tidak, sebab kalau anak terlalu sering dibentak, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang minder, tertutup, bahkan pemberontak. Ia pun bisa menjadi temperamental dan meniru kebiasaan orang tuanya, suka membentak.
Disini akan dipaparkan beberapa akibat bila anak terlalu sering menerima bentakan. Selain itu, akan dibahas pula bagaimana kiat menumbuhkan kepatuhan.

SALAH KAPRAH ORANG TUA
Seringkali orang tua baru bertindak ketika kesalahan telah dilakukan oleh anak. Bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi.
Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.
Harus diakui, orang tua yang habis kesabarannya sering membentak dengan kata-kata yang keras bila anak-anak menumpahkan susu di lantai, terlambat mandi, mengotori dinding dengan kaki, atau membanting pintu. Sikap orang tua tersebut seperti polisi menghadapi penjahat. Sebaliknya, orang tua sering lupa untuk memberikan perhatian positif ketika anak mandi tepat waktu, menghabiskan susu dan makanannya, serta memberesi mainannya. Padahal seharusnya, antara perhatian positif dengan perhatian negatif harus seimbang.

PENGARUH TERHADAP ANAK
Anak-anak yang sering diberi perhatian negatif, apalagi dengan teguran keras atau bentakan, akan mudah tertekan jiwanya. Kemungkinan ia bisa berkembang menjadi anak yang:

- Minder
Bila anak selalu dicela dan dibentak, dan tak pernah menerima perhatian positif saat ia melakukan kebaikan, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri atau minder. Akan tertanam dalam jiwanya bahwa ia hanyalah anak yang selalu melakukan kesalahan, tidak pernah bisa berbuat kebaikan atau menyenangkan orang lain. Akibatnya, ia sering ragu-ragu atau tidak percaya diri untuk melakukan atau mencoba sesuatu karena takut salah. Misalnya, ia jadi tidak pede untuk mengaji atau membaca Al-Quran, gara-gara orang tuanya selalu membentaknya bila mendengar bacaannya salah.

- Cuek/ tidak peduli
Anak yang selalu dibentak juga bisa berkembang menjadi anak yang cuek dan tidak peduli. Akibat sudah terlalu sering menerima bentakan, ia malah jadi apatis, tidak peduli. Ia pun sering mengabaikan nasihat orang tuanya. Mungkin saat dibentak atau dimarahi ia terlihat diam mendengarkan, tapi sesungguhnya kata-kata orang tuanya hanya dia anggap angin lalu. Masuk ke telinga kanan lalu keluar lewat telinga kiri.

- Tertutup
Orang tua yang temperamental dan suka membentak, tentu akan menakutkan bagi anak. Ya, anak menjadi takut pada orang tuanya sendiri, sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Ia tak pernah mau berbagi cerita dengan orang tuanya. Buat apa berbagi kalau nanti ujung-ujungnya ia akan disalahkan? Dengan demikian, komunikasi antara orang tua dan anak tidak bisa berjalan lancar. Hal ini tentu berbahaya, karena bila menghadapi masalah dan hanya disimpan sendiri, jiwa anak bisa sangat tertekan.

- Pemberontak/ penentang
Anak yang bersikap menentang bisa digolongkan dalam 3 tipe.
Pertama, tipe penentang aktif. Mereka menjadi anak yang keras kepala, suka membantah dan membangkang apa saja kehendak orang tua. Mereka marah karena merasa tidak dihargai oleh orang tua. Untuk melawan jelas tak bisa, karena ia hanya seorang anak kecil. Maka ia pun berusaha menyakiti hati orang tuanya. Ia akan senang bila melihat orang tuanya jengkel dan marah karena ulahnya. Semakin bertambah emosi orang tua, semakin senanglah ia.
Kedua, tipe penentang dengan cara halus. Anak-anak ini jika diperintah memilih sikap diam, tapi tidak juga memenuhi perintah. Sebagaimana Abid yang disuruh mandi oleh ibunya, tapi tak juga mau beranjak dari tempatnya bermain. Saat ia ditinggalkan sendiri di kamar mandi pun, ia tidak segera mandi, malah bermain air atau kapal-kapalan.
Ketiga, tipe selalu terlambat. Anak seperti ini baru mengerjakan suatu perintah setelah terlebih dahulu melihat orang tuanya jengkel, marah, dan mengomel atau membentak-bentak karena kemalasannya. Misalnya Angga yang belum mau beranjak dari tempat tidurnya bila belum dibentak atau diomeli ibunya.

- Pemarah, temperamental dan suka membentak
Anak sering meniru sikap orang tuanya. Bila orang tua suka marah atau ‘main bentak’ karena sebab-sebab sepele, maka anak pun bisa berbuat hal yang sama. Jangan heran bila anak yang diperlakukan demikian, akan berlaku seperti itu terhadap adiknya atau teman-temannya.

BAGAIMANA MENUMBUHKAN KEPATUHAN?
Setelah jelas bila bentakan tidak efektif untuk menumbuhkan kepatuhan, bahkan berpengaruh negatif bagi kepribadian anak, lalu bagaimanakah cara yang baik untuk menumbuhkan kepatuhan?

- Beri penjelasan pada anak
Jelaskan pada anak dengan bahasa yang ia mengerti, mengapa suatu hal diperintahkan dan hal lain dilarang. Jangan sekali-sekali memberi keterangan dusta dalam hal ini.

- Perintahkan sebatas kemampuannya
Perintah di luar kesanggupan dan kemampuan anak justru bisa menyebabkan krisis syaraf (neurotic) dan buruk perangai. Ada pepatah mengatakan, “Jika engkau ingin ditaati, maka perintahkanlah apa yang dapat dipenuhi.” Sebaiknya perintah itu dibagi-bagi dan tuntutan pelaksanaannya pun bertahap.
Untuk mengetahui sampai di mana batas kemampuan anak sesuai perkembangan usianya, diperlukan pengetahuan tersendiri. Sebaiknya orang tua memahami perkembangan anak ini.

- Tidak berdusta atau menakut-nakuti
Kadang orang tua mengatakan akan membelikan ini atau itu jika anak mematuhi perintahnya, tapi ternyata setelah anak patuh, orang tua tidak menepati janjinya. Itu berarti orang tua berdusta, dan bisa jadi anak tidak akan percaya lagi pada orang tuanya. Kedustaan seperti ini harus dihindari.
Selain itu, orang tua juga sering menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang seharusnya berguna baginya. Itu dilakukan karena ingin anaknya segera memenuhi perintah mereka. Misalnya menakut-nakuti anak dengan dokter, suntikan dan sebagainya. Ketakutan anak pada hal-hal tersebut bisa terbawa hingga ia dewasa.

- Jangan bertentangan dengan naluri anak
Gharizah atau naluri adalah kekuatan terpendam dalam diri manusia yang mendorongnya untuk melakukan beberapa pekerjaan tanpa berlatih terlebih dahulu.
Janganlah orang tua melarang anak bermain, atau membongkar dan memasang sesuatu. Jangan pula melanggar kebiasaan anak kalau tidak ingin mereka menggunakan jerit tangis sebagai senjatanya.
Lebih baik gharizah itu diarahkan sedemikian rupa sehingga anak bisa mengatur dirinya sendiri. Misalkan diberi perintah, “TPA nanti mulai ba’da asar lho, sekarang kan udah setengah tiga. Adik udah aja ya mainnya, dilanjutin besok aja, sekarang mandi dulu, kan udah mau adzan…”.
Ungkapan itu tidak melarang anak bermain, dan tidak melanggar kebiasaan mereka bermain di tengah hari. Pemberian ‘masa terbatas’ ini dimaksudkan agar anak bisa mengatur jadwall kegiatannya sendiri, dan akan sangat menolong untuk melatih anak disiplin waktu. Selain itu mereka merasa dianggap mampu untuk mengatur dirinya sendiri tanpa harus didikte begini dan begitu.

Selasa, 11 Januari 2011

Sudah 15 bulan



Selalu terkejut saat ngebuka blog ini,
Ya ternyata sudah 1 tahun terlewatkan tanpa ngapdate cerita sedikitpun tentang dd, hihih...skrg dd lintang dah 15 Bulan, sdh lancar jalan, mulai lari, sudah suka buka2 lemari, narik semua baju yang dilemari, ya kepintaran kepintaran lainnya yang menunjukkan semakin banyak tau semakin besar rasa penasarannya.
Hmm...perkembangan di 15 bulan ini secara motorik sdh jauh berkembang, secara verbal masih satu suku kata yang mampu diucapkan seperti "ayah, mamam, dah, ga, nbah" justru manggil mama ga pernah lagi, semua dipanggil ayah :)
sdh bisa meniru saat ditanya mana mata lintang? mana hidung lintang? mana cicak? hahaha...ya alhamdulillah lintang tergolong anak cerdas yang mudah meniru apa yg diajari mama.
Oh ya, sekarang kalo diajak ngemall sudah ga mau duduk anteng di stroller roda 3 nya, apalagi di kurung ditrolly belanjaan, maunya turun dan ikut jalan sendiri, kita kekiri dia kekanan, fiuhhh....bukannya enjoy mama justru capek luar biasa ngejar bocah satu ini, blom lagi kalo diajak ke arena permainan, kl nggk habis sampai koin terakhir baru dia puas hahaha....seperti anak kecil lainnya jika blom puas dan diajak pulang dengan senang hati dia nangis sejadi2nya, yaelah de....:(
Trus kebiasaan kebiasaan lain tanpa terasa yang jd rutinitas adalah kalo bobo mesti sama boneka lion nya, boneka ndut itu bakal dipeluk2, trus bulu ekornya bakal dimasuk2in ke kuping, mata ato mulutnya hahaha....untung si ayah rajin, jd lion kadang suka dicuci biar ga kotor2 banget :))

Rabu, 06 Januari 2010

Cerita Kelahiran Dede

Wahhh...setelah umur dede 3 bulan lebih baru ada semangat buat ngapdate blog, hmmm jadi bingung mo cerita mulai dari mana ya????
Ok, jadi menginjak hamil besar dulu, mama sempat stagnan BB di 51 selama 3 bulan berturut turut, cuman anehnya BB dede yang selalu nambah, nah looooo.....sampai dokter ngasih waktu dalam 1 minggu BB mama minimal naik 1 kg, hufffff.....1 bulan full ga puasa, dan alhamdulillah akhirnya BB mama naik juga, jadi bingung gimana caranya coba ngebagi BB antara mama sama calon dede???
Memasuki minggu ke 37 kontrol ke dokter lagi, posisi kepala dede masih diatas, dan keputusannya hars secar hiks......3 dokter dengan 2 menyatakan harus secar, dokter satunya tetep pengen mama normal cuman kalo kenapa2 baru tindakan secar, ga kebayang sakit 2 kali donk, akhirnya kita mutusin secar di tanggal 20 september 2009 (20092009 pas lebaran idul fitri), lagi2 manusia cuman bisa berencana, tanggal 19 september mama diantar ayah dan nenek kerumah sakit buat persiapan besok, apa mau dikata pas cek and ricek detak jantung dede melemah dan sudah bukaan 1, mau ga mau malam ini batas paling akhir untuk segera disecar, emang dokterku yang baik hati dari jam 9 malem blio nungguin aku kalo kenapa2, doktor said"gpp kalo pengen ttp tanggal 20 artinya jam 00:00 kita baru masuk ruang operasi ya" dan alhamdulillah sesuai rencana, jam 00.12 akhirnya dede mama lahir juga kedunia ini.....
Kalo rasanya setelah secar ga perlu diceritain, yg penting sebelum melakukan operasi pasien kudu rilex jangan tegang dan serahkan sepenuhnya pada Allah SWT, insyaAllah segalanya akan dimudahkan.
Cuman 2 hari mama di rs, ga betah sama suntikan2 yang masuk melalui infus, huffff rasanya yg bikin mama meringis, sekujur tubuh rasanya ga ada yg boleh nyentuh, dari tangan, bekas operasi semua berasa nyut nyut, cuman mama harus kuat, dengan tertatih2 menahan sakit mencoba berdiri (kalo mau pulang dokter akan ngijinin minimal pasien udah bisa berdiri dl), setelah bisa berdiri mama mencoba menggendong bayi mugil mama :)).
Yah.....dari lahir sampai 3 bulan lebih mama merawat sendiri bayi kesayangan mama, hanya di 15 hari pertama nenek bisa nemenin, selanjutnya berjuang sendiri mengurus sambil menahan sakit pasca operasi, but mom yang penting ikhlas atas semua yg kita rasakan, rasa sakit akan bertambah karna radang PD karna pasokan ASI yang terus bertambah dan belum bisa dikeluarin.
Pernah denger orang bilang "lu ga akan bisa ngerasain pengorbanan ibu sebelum jadi ibu" yup 100% setuju.

Kamis, 07 Mei 2009

Anak Cerdas sejak Lahir

Bagi para mama yang menanti kehadiran buah hati didalam kandungan pasti harap2 cemas seperti apakah sidede kelak, bukan hanya rasa penasaran secara fisik tapi juga pikiran lain apakah kelak dede mampu menjadi anak yang cerdas, berakhlaq baik, berhati baik, berperilaku baik??? sama seperti yang mama rasakan sekarang ke dede, apa yang harus mama lakukan agar dede kelak mampu memnghadiahi mama dan ayah dengan perilaku2 yang baik? agar dede bisa menjadi harapan dan kebanggaan orang tua? ya....semoga aja keinginan mama dan ayah emiliki anak yang sehat lahir bathin serta cerdas diakulkan oleh Allah ya nak..

iseng2 mama browsing dengan key " cerdas sejak dalam kandungan", so muncullah beberapa artikel yang menarik untuk dibaca, salah satunya artikel berikut, sengaja mama copas untuk dibaca2 semua calon mama :))

“Bagaimana cerita waktu hamil? Kok anak kalian bisa secerdas itu?”Itulah pertanyaan yang kerap dilontarkan orang pada saya dan suami.Dan biasanya sebelum menjawab, saya dan Mas saling berpandangan, tersenyum, mengenang masa-masa itu…Saat hamil anak pertama, saya sedang menyelesaikan skripsi sarjana, sambil bekerja sebagai redaktur suatu majalah. Saya dan Mas hidup sederhana di sebuah rumah petak dekat sungai Ciliwung. Jalan menuju rumah kontrakan kami cukup berliku dan curam. Setiap hari saya harus pergi ke kampus dan ke kantor dengan terlebih dahulu jalan kaki mendaki untuk sampai ke jalan raya. Dari sana saya harus berganti angkutan umum hingga tiga kali.Setiap bertemu dengan para tetangga, mereka geleng-geleng kepala melihat ransel besar di atas pundak saya.“Wah ini ibu hamil gagah banget ya!”“Iya nih kok kayaknya segar terus, nggak ada capeknya.”“Aduh mbak, staminanya luar biasa deh!”Saya lagi-lagi tersenyum. Tentu saya tahu bagaimana harus menjaga kandungan dari serangan rasa letih. Tetapi belajar dan bekerja bagi saya adalah sebuah kenikmatan sejati yang menyehatkan saya, dan yang saya yakini juga bagi calon bayi saya. Kalau sudah begitu, hilanglah semua lelah!“Sayang, aku ingin anak kita nanti menjadi anak yang cerdas, bukan hanya secara akal pikiran, tetapi juga cerdas secara emosional dan spiritual,” kata Mas sambil membelai perut saya.Saya mengangguk. “Aku juga ingin seperti itu, Mas. Kita berdoa dan berusaha bersama ya,” jawab saya sambil menggenggam tangannya.Sungguh saya tersentuh. Setiap pagi, sebelum kami berangkat kerja, Mas sudah menyiapkan sarapan lengkap khusus buat saya dan calon anaknya. Makanan yang ia siapkan pun sangat menyehatkan: sayur, daging, telur, tahu tempe, lalu ada buah dan tentu saja tak ketinggalan susu Prenagen! Begitu juga kala malam tiba dan saya masih mengetik bahan skripsi, mas selalu membuatkan susu coklat hangat untuk saya.“Kok kamu suka bicara sendiri, say? Atau lagi bicara sama anak kita?” Tanya mas suatu hari.Saya mengangguk. “Iya Mas, aku bicara dengan anak kita.”“Hmm, tapi masak dia juga diajak diskusi soal skripsi sarjana sastra-mu? Apa dia nggak pusing nanti?” Tanya mas lagi.Saya tergelak. Mas juga. Saya jawil pipinya. “Tahu nggak say, anak kita sering bereaksi kalau aku ajak ngomong apa saja, juga soal skripsiku!”“O ya?”Saya mengangguk serius. Memang sejak dinyatakan hamil oleh dokter, saya kerap berinteraksi dengan janin dalam kandungan saya lewat berbagai cara. Saya menyentuh dan membelainya, bercerita, bernyanyi, membacakan sesuatu (sejak hamil minat baca saya meningkat dahsyat!), mendengarkannya aneka musik, dan lain-lain seolah dia ada di hadapan saya. Saya juga menceritakan berbagai hal yang saya lihat dan menyentuh perasaan saya hari itu.“Sayang, kalau kamu sudah besar nanti, kamu tolong, kamu bela orang-orang yang lemah dan teraniaya ya. Tadi bunda lihat nenek-nenek yang jualan diusir, di tendang-tendang di tepi trotoar. Bunda sedih. Kamu tanya apa yang bisa bunda lakukan? Ya, bunda turun dari bis dan membela nenek itu. Tapi barang-barang dagangannya sudah hancur. Bunda juga ditertawakan. Tak apa, yang penting bunda sudah melakukan sesuatu, meski kecil….”“Cinta, hari ini bunda bertemu pengamen-pegamen kecil di jalan. Tapi kalau kita beri uang terus, nanti uang itu diambil para preman yang menyuruh mereka mengamen. Jadi bunda sengaja bawa roti unyil untuk dibagi-bagikan pada mereka. Suatu saat kita tolong mereka dengan sesuatu yang lebih dari yang bunda lakukan hari ini ya….Apa pun cerita saya, janin di perut saya selalu merespon. Itu membuat saya tambah semangat. Setiap hari saya kutipkan untuknya puisi-puisi indah dari berbagai penyair dunia seperti Gibran, Neruda, Rumi dan Iqbal. Juga puisi-puisi Chairil Anwar, Rendra, Taufiq Ismail, Sapardi Djoko Damono, dan lain-lain.Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata,yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara….Aku mencintaimu,itu sebabnya aku tak akan pernah selesai mendoakan keselamatanmu…(Sapardi Djoko Damono, Dalam Doaku)
Atau:
“Cinta, kamu tahu apa kata Pablo Neruda, penyair Chili yang meninggal saat bunda berusia tiga tahun itu tentang kita dan orang yang kita cintai? Dalam Soneta 18 dia bilang: begitu dekatnya sehingga tanganmu yang di dadaku serasa tanganku. Begitu dekat sehingga kalau aku tidur, yang terpejam tak lain matamu…”“Hari ini bunda buat puisi untuk kamu. Itu lho, bunda dan ayah masih bingung mau memberimu nama siapa? Puisinya sangat sederhana, tapi dibuat dengan cinta. Dengar ya!”Hari ini kami susuri lagi cakrawalamencari nama berarti bagimuTapi nama apa yang teramat pas bagi anak yang sangat cerdas?Nama apakah yang sangat tepat bagi anak yang amat kuat?Panggilan apa yang paling kena untuk anak yang penuh cinta?Untuk pribadi yang bahagianya adalahkala ia mampu membahagiakan orang lain?
Di sepanjang jalan menuju rumah kitaKami temukan nama-nama berserakanseperti daun-daun kering yang bertebarandisapu angin kemarau.
Cerdas, kuat, cinta, dan bahagia, itulah dirimuTapi kami belum tiba pada sebuah namayang mampu kami ucapuntuk keberadaanmu, Cinta….
Tepat 9 bulan 10 hari, saya pun melahirkan secara normal. Alhamdulillah kami dikaruniai bayi laki-laki yang sehat. Di rumah sakit itulah kami memberinya nama Abdurahman Faiz yang berarti hamba Tuhan yang Maha Pengasih dan yang meraih kemenangan/keutamaan. Begitu Faiz lahir saya memberikannya asi ekslusif hingga lebih dari 6 bulan.Pada usia belum tiga tahun, Faiz sudah menampakkan bakat yang luar biasa. Saya terkejut ketika suatu pagi ia menyapa saya dan berkata: bunda, aku mencintaimu seperti aku mencintai surga….Faiz menulis puisi pertamanya di komputer saat ia berusia 5 tahunBunda,engkaulah yang menuntunkuke jalan kupu-kupuengkau adalah puisi abadiyang tak pernah kutemukandalam buku
Sejak balita, ia pun menunjukkan empati yang mengesankan siapa saja di sekitarnya. Kalau kami sedang jalan-jalan, dengan ramah Faiz selalu menyapa semua tetangga yang kami jumpai. Kadang bahkan orang yang saya tak kenal!Faiz juga tak sungkan memberhentikan semua tukang jualan yang lewat di depan rumah seperti tukang mainan, penjual es, penjual minyak tanah, hingga pengemis. Apa yang Faiz lakukan? Mengajak orang-orang itu sekadar istirahat di beranda rumah!“Mampir, Pak. Istirahat dulu, Pak. Di luar panas sekali. Mari….”“Bapak mau minum yang dingin atau yang hangat?”“Maaf ya, aku bukan mau beli, tapi aku mau tanya. Jangan marah ya, Pak. Apa bapak sudah makan? Makan saja di rumah kami. Ada sop dan perkedel hari ini!”Buku puisi pertama Faiz Untuk Bunda dan Dunia (DAR Mizan 2004) terbit saat ia berusia 8 tahun. Ia menjuarai berbagai lomba mengarang tingkat nasional, termasuk memenangkan Lomba Menulis Surat untuk Presiden (2003). Dalam usia belia Faiz dianugrahi banyak penghargaan, antara lain sebagai Anak Cerdas Kreatif Indonesia Tahun 2006, versi Yayasan Cerdas Kreatif pimpinan Kak Seto. Hingga kini Faiz sudah menerbitkan 6 buku di tambah 5 antologi bersama.Namun hal yang paling kami syukuri adalah sikap empati dan penuh cinta Faiz pada sesama yang kental terasa dalam karya serta tindakannya. Saat kelas II SD, ia berkata: “Aku menulis puisi karena empat alasan, Bunda. Untuk mengucapkan diriku, untuk menyentuh nurani sesama, untuk menolong orang dan agar aku bertambah pintar.“ Alhamdulillah dari royalti buku-bukunya Faiz telah pula memiliki kakak dan adik asuh sendiri!“Bunda, kapan ya uangku cukup, untuk membangun rumah besar bagi anak-anak jalanan yang tinggal di kolong jembatan itu?” tanyanya suatu hari.Saya terhenyak. Pertanyaan yang sama dulu sekali, pernah saya lontarkan padanya, saat ia ada dalam kandungan saya. “Cinta, kapan ya bunda dan ayah bisa membangun sebuah rumah besar bagi anak-anak yang tak punya rumah dan ayah ibu itu? Kamu ikut doakan ya. Kalau sudah besar kamu perhatikan mereka ya, sayang….”“Apa karena sejak dalam kandungan kamu sering mengajaknya bicara dengan kalimat-kalimat pilihan?” duga Mas Tomi. “Karena tak ada hal selain cinta yang kita sampaikan padanya sejak dini?” katanya dengan mata kaca.Tahun ini, setelah Faiz berusia 11 tahun, saya kembali melahirkan anak kedua. Saya mencoba hal-hal yang serupa dan bahkan lebih seru pada kehamilan kali ini. Makan dan minum yang sehat (selalu ada Prenagen!), menjaga kebugaran, terus mengembangkan wawasan saat hamil dan tetap melakukan rutinitas, termasuk mengajar di sebuah perguruan tinggi negeri. Interaksi yang intens sedini mungkin dengan janin sampai masa kelahiran (hingga sekarang!) menjadi hal yang sangat penting bagi saya. Kali ini bukan hanya saya dan suami, tetapi Faiz pun sering mengajak calon adiknya berbicara, menceritakan, membacakan sesuatu, bernyanyi bersama, dan sebagainya….Alhamdulillah anak kedua kami, Nadya Paramitha pun lahir, Februari lalu. Kini ia sudah 5 bulan dan tampak sehat, kuat, cerdas serta penuh cinta seperti abangnya.

Cukup menginspirasi untuk mama :))

P.S duh de....semakin hari semakin kangen pengen langsung meluk buah cinta mama ini...

Selasa, 28 April 2009

Perkembangan Dede..

Waaaa...maafkan mama de, sampe umur kandungan 17 minggu lebih mama baru ngapdate perkembangan dede di blog, dah 3 bulan lebih blog ini ga tersentuh, banyak cerita perkembangan dede yang terlewatkan, jadi yang mama ingat aja ya...
tanggal 30 Januari 2009
Mama dan ayah nyoba ke klinik dokter kandungan setelah yakin 2 kali pake test pack dan positif, saat di USG alhamdulillah ternyata benar, walopun waktu itu usia dede masih 4 minggu, masih terlihat hanya kantung kecil bulet yang panjangnya sekitar 1 cm, dokter cuman mesenin mulai sekarang minum susu hamil biar perkembangannya optimal, jangan lupa asam folatnya juga harus dikonsumsi tiap hari...

27 Februari 2009
Menjelang ultah mama yang ke 25, mama dan ayah kembali ke dokter kandungan untuk kontrol bulanan, perjuangan panjang untuk bisa ketemu dokter, mulai dari ga bisa ketemu karna dokter harus ada operasi, blom lagi dah nunggu sampe jam 12 malam giliran masuk lagi2 dokternya harus cepat2 ke rumah sakit sampe stress mama karna keinginan kuat untuk ngeliat perkembangan dede masih blom kesampean. Untunglah tanggal 27 feb sehari sebelum mama ultah akhirnya bisa konsultasi sama dokter langganan, saat diUSG tadinya mama sama ayah ga ngeh sama bunyi dug dug dug dug....dengan tempo cepat, setelah dokter bilang itu adalah detak jantung dede yang sudah bekerja alangkah senangnya kami, wa....bener nih aku hamil???? sampe nanya berkali kali sama dokter, perkembangan di minggu ke 9 lumayan pesat, selain jantungnya dah berdetak panjang dede juga sudah 2 kali lipat dari bulan pertama, alhamdulillah......benar2 kado terindah buat mama ya de.

Bulan ke 3 mama kembali kontrol tanggal 25 Maret 2009
maju dari jadwal yang ditentukan, selain kontrol mama juga minta surat sakti biar lolos di airport berhubung memasuki kehamilan bulan ke 3 ini mama harus ke Solo bareng Ayah.Perkembangan diminggu ke 13 ini semakin pesat, kliatan banget bentuk dede yang semakin sempurna, dengan panjang yang 2 kali lipat dari usia bulan ke 2, posisi tengkurap dengan tangan yang bergoyang goyang, duh..ngegemesin banget deh.

Tanggal 27 April 2009
kontrol untuk bulan ke 4 kehamilanTernyata usia dede dah 17 minggu, dah semakin gede, yang lebih bikin kita suprise lagi dede dah ketahuan cowo or cewenya, hehehe....sebenarnya apapun itu kita ga masalah, dikasih dede aja bersyukurnya minta ampun, he...berat dede dah 2 ons, wah...dah lumayan gede nih perut mama, dah susah kalo mau duduk, besar antara kepala dan badan ideal, tangan dan kaki juga lengkap,seep lah, yang penting sehat ya de...

Selasa, 03 Februari 2009

Gejala Awal Kehamilan

Bagi sebagian orang, gejala awal kehamilan bisa dilihat dari haid yang berhenti (lebih akurat kalo dah ngetes pake testpack ato USG ke dokter kandungan) serta rasa mual yang menghampiri hampir disetiap pagi, alhamdulillah diawal bulan kehamilan ini aku ga merasa mual sama sekali, kalopun sesekali mual itu hanya ngebohongin swamiku hehehe biasanya sih aku bilang ga mau ada asap rokok, mual bo....yach padahal biar siMas ga ngeroko banyak lagi aja, tapi yang paling signifikan perubahannya adalah
  1. pola makan, sejak mengetahui kehamilan yang sudah 4 minggu perasaan tiada waktu tanpa laper, pengennya makan terus, paling gak ngemil lah, kalo ga diisi perut berasa mules
  2. Sembelit, asli menyiksa sekali, kalo sebelum hamil rutinitas BABku lancar2 kaya jalan tol, sekarang waktunya dah berubah, ga bisa diprediksi, sekali BAB susah sekali, uhhh...takut juga nih lama2 jadi wasir, next month kalo ke dokter kandungan pengen minta obat pencahar yang aman aja deh (buah2an, minum yang banyak tetep ga mampu menghilangkan sembelit)
  3. Rasa Kantuk yang semena-mena, ga tau tempat dan situasi, kalo lagi pengen bobo ya bobo aja, kadang pulang kantor masih pake baju kerja juga bisa aja langsung tertidur, wahhh....sebelum hamil aja dah Tuti (tukang tidur) selama hamil Tutinya tambah parah nih, nagntuk dan lelah berkepanjangan.
  4. Mualassssss......mualas masak, malas mandi, malas dandan, malas makan dirumah, malas beres2, malas segala2nya, kata siMas sugesti aja tuh....apa iya sih? tapi kok emang males banget ya?
  5. Beser alias bolak balik ke WC untuk Pipis, kalo sebelum hamil selama tidur malem aku jarang terbangun karna pengen pipis, sekarang bisa dipastikan setiap malam akan terbangun untuk pipis, berkali-kali, hua....tidur jadi gak nyenyak.
  6. Manja yang berlebihan, sama siapa? ya sama swami sendiri, hehehe....ga tau nih pengennya "keledotan" kaya kukang, ga pengen pisah jauh2, pulang kantor standby disamping siMas, nonton, makan, ngenet maunya ditemenin, kalo lagi iseng kadang ke kamar mandipun tetep ta ikutin hahahaha......kalo orang emosi yang ga stabil aku mungkin manja yang ga stabil kali ya.
  7. Berasa keram diperut bagian bawah, rasanya ga kuat hanya sesekali terasa, kadang dikiri kadang dikanan, ga tau juga nih ama bumil yang lain juga merasakan hal yang sama?
  8. Payudara nyeri, nyut nyut, terasa sekali diawal kehamilan setelahnya sudah berkurang, ato karna nah terbiasa ya jadi sakitnya jadi ga terlalu berasa.
  9. Cengeng, tolong ya, kalo tiba2 jadi cengeng mendadak jangan memaksakan diri nonton reality show semacam jika aku menjadi, termehek-mehek, bedah rumah, ato apalah yang bisa menguras air mata, like me....kalo nonton pasti nangis, kadang kalo ingat ibu, bisa lho jadi nangis kejer, kalo Masku ngeselin hati jadi dongkol trus ga lama kemudian nangis deh....hahaha...nasibmu mas jadi swamiku harus memahami perubahan sifat selama hamil.

Nah, sementara itu dulu pengalamanku selama 1,5 bulan kehamilan awal ini, semoga bener2 ga ngerasakan yang namanya mual, dan semoga kebiasaan jelek selama hamil awal bisa hilang sedikit-sedikit, gimanapun aku ngerasa dah ngerepotin Mas ku banget, hidup ber 2 dikota perantauan mau ga mau hanya si Mas yang jadi bahan pelampiasan, hehehe....muaap ya honey.....

doa untuk dede= dah jalan 2 bulan nih de, terus sehat ya sayang, semua kebiasaan diatas ga akan dianggap beban untuk mama, mungkin bener kata ayah sebagian besar hanya sugesti yang mengalahkan akal sehat, ya..hanya perlu ajari mama untuk menikmati proses kehamilan ini, ya Allah semoga semua proses ini berjalan lancar, amienn..

Minggu, 01 Februari 2009

Fase Kehamilan Minggu per Minggu

Mengetahui diri Anda mengandung tentu sangat menggembirakan. Selama 9 bulan ke depan, Anda akan menjalani ‘kehidupan baru’ yang sangat menarik. Apa saja yang terjadi di dalam rahim Anda selama itu? Bagaimana proses pertumbuhan janin Anda dalam tiap fase? Panduan pertumbuhan janin berikut ini akan membantu persiapan Anda menyambut si kecil hadir dalam kehidupan Anda
0 - 4 Minggu
Pada minggu-minggu awal ini, janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.
4 - 8 Minggu
Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan
8 - 12 Minggu
memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk
12 - 16 Minggu
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.
16 - 20 Minggu
Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak.
20 - 24 Minggu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulaiaktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.
24 - 28 Minggu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulaiaktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.
28 - 32 Minggu
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.
36 Minggu
Kepalanya telah berada pada rongga panggul, seolah-olah "mempersiapkan diri" bagi kelahirannya ke dunia. Ia kerap berlatih bernaPas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjadi kapan saja.
sumber: infobunda.com

Positif

Lebih tepatnya subuh jumat minggu kemaren aku ngeberanikan diri untuk test kehamilan menggunakan testpack, sebelum solat subuh, kebetulan saat itu pake testpack model celup jadi kudu hati2 biar hasilnya ga error, ditunggu sekitar 1 menit hasilnya dah mulai kebaca, sambil aga2 merem (takut ngeliat hasilnya, takut kecewa kayak bulan2 lalu) terlihat garis pink muncul 1, trus ga lama muncul lagi dibawahnya, cek ke aturan pakai (hahaha) kalo garis 2 itu artinya positif....hmm....masih ga berani loncat loncat kegirangan, takut tuh testpack salah :((
Ga lama sambil bawa hasil test aku nyamperin Mas yang masih bobo, sambil ngucek2 mata Mas mastiin apa yang diliat, ekspresi senang mas saat nanya 2 garis artinya apa? hamil?, yup ta jawab aja sesuai tanda baca yang ada dikertas testpack, trus mas bilang "sini mas peluk..." hehehe...senangnya...
tapi ga lama mas bilang :
"eh tapi kok garis satunya kabur?" yah........lemes deh dengernya....cuman mas bilang kalo pun bener alhamdulillah, kalo salah jangan sedih toh semua ada yang ngatur.
Yah...beberapa hari kemudian aku beli testpack lagi, model tetes, biar akurat, dan lagi2 hasilnya garis 2, tapi kok masih ga berani seneng ya? mas juga bersikap yang sama, pokoknya kita sama2 takut apa yang diharapkan ga sesuai kenyataan, kudu ke dokter untuk mastiin.
Malam minggu setelah perjuangan yang panjang akhirnya kesampean juga ketemu dokter kandungan langgananku, selama seminggu bolak balik temapt praktek dokter ada aja alasan yang akhirnya bikin kita pulang dengan tangan kosong, nah malem minggu kemaren alhamdulillah bisa keemu dan konsul, ngeliatin hasil testpack, trus di USG untuk mastiin hamil apa enggak, ga berapa lama si Dokter ngeliat bentuk bulet dirahimku, ukurannya masih imut banget, sekitar 1 cm, bulet banget, kata dokter sih ini emang positif hamil, usianya sekitar 4 minggu, "alhamdulillah........ini bener2 hamil, dijaga ya kandungannya, karna masih kecil banget" yup pesan dokter yang harus kuingat terus nih.
Buat calon anak mama yang masih segede kacang tanah hehehehe....yang kuat ya nak sampai waktunya tiba, yang betah didalam rahim mama, temani mama dan ayah hidup didunia, amien....kabulkan doaku ya Allah...

Rabu, 28 Januari 2009

Blog Baru Euy...

Hallo......

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga blog "Dunianya Mama Woelan" he...walopun masih blom tau nanti mau dipanggil mama, ibu, bunda, ato umi, tapi sementara sampe waktu yang tidak ditentukan sebutan mama yang paling pas dihati, harus dimulai dari sekarang untuk mengajari dede manggil emaknya, katanya sih pembelajaran untuk janin dimulai dari umur bulan pertama, hehhe...lucu juga kalo mesti ngomong sendiri, si dede masih ga respon, masih segede kacang ijo.

Ga terhingga rasa syukur ini, karna setelah 5 bulan lebih pernikahan, akhirnya Allah YMK menitipkan janin diperut mama, ga terkira rasanya, suprise, takjub, ga percaya, takut, aneh, senang semua jadi satu, insyaAllah titipan ini akan mama jaga sebisa mungkin, dan pastinya mama pasrahkan semua yang terbaik menurut kehendakNya, harapannya sih dede kecil bisa betah dipeyut mama, sampai waktunya tiba untuk bisa melihat dunia, dan menemani mama.

Mohon doanya ya, semoga dede selalu sehat lahir bathin didalam perut mama, amien....insyaAllah cerita selanjutnya akan ngebahas perkembangan dede secara kontinue, skalian share info sama emak2 yang dah pengalaman.